Kamis, 26 Agustus 2010

(intermezo): sebuah curchol penulis

dua orang eks. sekolah menengah yang bernama lee chin cau dan han se cheng sedang menunggu dengan bosan dalam antrian penyerahan paspor. kedua sahabat tersebut memandangi calon-calon tkw yang lain. sama seperti mereka, calon tkw itu menunggu dengan bosan sambil mengigit-gigit kukunya, ada yang asyik dengan ponsel merk chinanya, ada yang termenung sambil mangap dan yang terakhir ada yang hanya memperhatikan semua itu terjadi. 
otak licik kedua sahabat itu mulai berpikir ingin membuat sesuatu yang menghebohkan dan membuat suasana tidak membosankan. senyum jahat mengembang diantara mereka kemudian mereka terlibat dalam debat bisik-bisik seru.
" eh.. eh.. yang lagi ngupil itu kayaknya kenal deh..." chin cau memulai aksinya
" masa seh? temen sd, smp atau sma?"
" bukan! dia kan dulu pernah jadi saingan berat kita waktu masih kerja di agen mamamimi"
" kayaknya mulai inget deh... kalo gak slah namanya park bhi soel kan?" se cheng mulai ingat dan mengamati wajah bhi soel lekat-lekat.
" ngapain yah dia disini? kayaknya setiap kita mau kemana pasti ada dia.. setiap kita cari pelanggan, dia juga. lokasinya sama lagi!!" chin cau mulai panas
" aku denger ya, kalo agen dia yang namanya agen papapipi juga lagi mengembangkan sayap ke luar negri dan dia yang ditugasin ke malaysia. aku denger dari ketua agen kita, kim cho lek, kalo agen papapipi juga sedang merekrut anggota baru." jawab se cheng intelek
" bagus juga punya temen kayak kamu... jago nguping.. eh! eh! giliran kita nih!"
sambil menyeret koper-koper, mereka berjalan terseok-seok menuju loket pelaporan paspor.
" siang mbak!" sapa petugas imigrasi ramah
" siang om!" chin cau keceplosan. kemudian se cheng menyikut chin cau untuk mengingatkan dan mengambil alih pembicaraan
" maafin temen saya ya, pak! dia emang manggil semua orang dengan sapaan om. bapaknya aja dipanggil om!" kata se cheng rada genit.memang, petugas imigrasi itu terlihat muda, tapi baik se cheng maupun chin cau tidak berani menggodanya lebih jauh, selain karena antrian di belakang, mereka juga sudah tidak sabar samapi di malaysia dan bertemu pengeran klantan yang bernama tuanku jecky.
" baik, mbak. ini paspornya" petugas imigrasi itu memberikan paspor chin cau dan se cheng dengan senyum lebar. sampai-sampai susah kembali ke bentuk semula.
pantat mereka telah menempel pada bangku kursi pesawat. mereka telah siap menemui klien mereka di hotel genggong cabang malaysia. apalagi yang akan mereka layani adalah seorang pangeran, dalam benak mereka sudah terbayang berapa tips akan diberikan sang pangeran serta iming-iming lain jika mereka dapat membuat sang pengeran puas.
karena lelah selama menuggu antrian, kedua sahabat itu langsung pulas dengan iler menggenang dan terbangun saat troli makan datang.
" wuih! pas banget! makan!" chin cau semangat 45
" dasar! ntar di malaysia bisa lebih dari ini!" se cheng mengingatkan
" gapapa kali! disini makan, disana juga makan!"
" terserah deh!" se cheng melahap makanannnya juga. 
" makan juga ente?"
" namanya juga laper.. ga usah komen dah!"
pesawat terus melaju dengan kecepatan 150 mil perjam, ketinggian 500 dpl, tekanan 200p, aerodinamik 300. berapakah penumpang pesawat? (source: fisika di dadaku)
pramugari mnegumumkan mereka sebentar lagi mendarat di bandara internasional malaysia (ga tau namanya.... hiks!). kedua sahabat itu langsung bersorak bahagia, menggemparkan seisi pesawat.
setelah turun dari pesawat, dengan noraknya mereka foto disana-sini. sampai toilet dan tempat sampah pun difotonya.

ingin tahu petualangan kedua sahabat ini di malaysia?? tunggu kelanjutannya seminggu lagi....

kembali ke kisah cinta go khong dan xiao may... 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar